penerimaan
Posted in Tak Berkategori on 31 Maret 2010 by hachisebuah iklan:
“satu..dua..tiga.. sudah?” sementara si anak lari ngumpet ke bawah meja, ibunya menutup matanya dengan tangan.
“aduuuuuhhhhh!!!!” si anak berteriak karena tangannya tergores meja dan si ibu buru-buru lari nolongin anak perempuannya.
anakku melihat kearahku dan bertanya. “kenapa mama beda?”
“beda apanya nak?” aku agak heran. “itu maaahhh.. mama gak pernah mau main petak umpet sama arin. main yang lainnya juga nggak mau.”
aku tertegun. kulihat raut wajah anakku, ekspresinya biasa saja, sepertinya pertanyaan yang dia lontarkan barusan bukanlah hal penting, padahal aku begitu kaget dengan pertanyaannya.
“soalnya mama beda nak.” jawabku setelah beberapa saat, tidak tau harus bilang apa. “beda gimana mah?” anakku memandangku. “ya.. beda aja. mama emang gak mau main. males.”
“oohh… gitu mah.. iya sih, mama emang males.” jawabnya dengan ringan. lalu dia ambil biolanya dan main twinkle-twinkle little star, satu-satunya lagu yang bisa dia mainkan dengan baik.
“gitu aja rin?” tanyaku heran.
“gitu apanya?” dia tertawa dengan raut wajah agak heran.
“apanya-apanya dong” jawabku sekenanya sambil menjulurkan sedikit lidah dan ketawa balik. dia ketawa cerah dan melanjutkan main biola.
mataku memandang ke arah televisi, tapi aku gak memahami sama sekali acara yang ditayangkan.
kenapa kamu tidak menuntutku untuk jadi ibu yang lebih baik Rin? kenapa kamu terlalu memahami aku?
ada sedikit rasa sakit. kenapa ya? mungkin karena kamu menerimaku apa adanya. karena rasa bersalahku padamu yang tidak kau anggap suatu kesalahan.