blog hachi

Just another Blogdetik.com weblog

penerimaan

Posted in Tak Berkategori on 31 Maret 2010 by hachi

sebuah iklan:

“satu..dua..tiga.. sudah?” sementara si anak lari ngumpet ke bawah meja, ibunya menutup matanya dengan tangan.

“aduuuuuhhhhh!!!!” si anak berteriak karena tangannya tergores meja dan si ibu buru-buru lari nolongin anak perempuannya.

anakku melihat kearahku dan bertanya. “kenapa mama beda?”

“beda apanya nak?” aku agak heran. “itu maaahhh.. mama gak pernah mau main petak umpet sama arin. main yang lainnya juga nggak mau.”

aku tertegun. kulihat raut wajah anakku, ekspresinya biasa saja, sepertinya pertanyaan yang dia lontarkan barusan bukanlah hal penting, padahal aku begitu kaget dengan pertanyaannya.

“soalnya mama beda nak.” jawabku setelah beberapa saat, tidak tau harus bilang apa. “beda gimana mah?” anakku memandangku. “ya.. beda aja. mama emang gak mau main. males.”

“oohh… gitu mah.. iya sih, mama emang males.” jawabnya dengan ringan. lalu dia ambil biolanya dan main twinkle-twinkle little star, satu-satunya lagu yang bisa dia mainkan dengan baik.

“gitu aja rin?” tanyaku heran.

“gitu apanya?” dia tertawa dengan raut wajah agak heran.

“apanya-apanya dong” jawabku sekenanya sambil menjulurkan sedikit lidah dan ketawa balik. dia ketawa cerah dan melanjutkan main biola.

mataku memandang ke arah televisi, tapi aku gak memahami sama sekali acara yang ditayangkan.

kenapa kamu tidak menuntutku untuk jadi ibu yang lebih baik Rin? kenapa kamu terlalu memahami aku?

ada sedikit rasa sakit. kenapa ya? mungkin karena kamu menerimaku apa adanya. karena rasa bersalahku padamu yang tidak kau anggap suatu kesalahan.

sudut pandang

Posted in Tak Berkategori with tags on 29 Januari 2010 by hachi

baru aja pulang dari jalan bentar sekedar mampir kantor bwt nego sesuatu, dijalan ketemu segerombolan anak SD. diliat dari tinggi badannya, mungkin skitar kelas 3 ato 4. salah satu anak (cowok)  menarik perhatianku banget.

anak itu jalan ditengah dan sepertinya termasuk anak yang populer diantara teman-temannya, terlihat dari body language-nya dan teman-temannya yang berebutan ngajak ngobrol dia.

cowok kecil itu menyelipkan sebatang pensil pendek dianjara jari telunjuk dan jari tengahnya dan sesekali berlagak seolah-olah menghisap rokok menggunakan pensil itu. gaya menghisap pensilnya bener-bener nggemesin, pipinya sampai kempot, stelah itu dia menghembuskan udara lewat mulutnya dengan mendongak.^^

aku sampai menghentikan motorku agar bisa lebih lama mengamati anak itu, hehe..

aku berpikir, pasti anak itu menganggap dirinya bener-bener cool. apa yang dilakukannya pasti menurut dia sangat tepat dan sangat mengagumkan.

aku mencoba melihat anak itu dari sudut pandang anak seumuran dia dan merasa itu bukan hal yang aneh. tapi bila aku memandang dia dari sudut pandang pikiranku sekarang, aku merasa kelakuannya konyol dan menggelikan.

lalu aku berpikir, apa semua tindakan yang telah kulakukan dan yang kurencanakan akan kulakukanpun sudah tepat? aku menganggap diriku sudah lumayan dewasa dan hal-hal yang kulakukan sudah melalui pertimbangan masak. tapi bukankah mungkin orang lainpun menganggap kelakuanku seperti anak itu? konyol dan menggelikan?

apakah aku harus memahami semua orang agar apa yang kulakukan benar-benar tepat, tidak konyol dan tidak keliru? bukankah aku hanya akan kehilangan diriku sendiri dengan cara itu?

atau apakah orang lain yang harus menyamakan pemikirannya dengan pemikiranku agar mereka bisa mengerti aku? uhm, bukankah itu egois?

aku menyalakan motorku lagi dan meninggalkan anak tanpa mendapat jawaban apapun dari pertanyaan pertanyaanku.

tentang yang kupikir adalah cinta

Posted in Tak Berkategori on 17 Januari 2010 by hachi

Bukankah aku pernah bilang? Kamu mencintai imajinasimu tentang aku. Dan ketika kamu tau bahwa aku tidak seperti apa yang ada diimajinasimu tentang aku, kamu marah, kamu kecewa dan menyalahkanku karena aku tidak seperti aku dikepalamu. Dan kamu pergi..

Ah, bukankah ini bukan yang pertama kali? Lalu kenapa kamu masih mempertaruhkan hatimu untuk hal yang kamu ketahui hanya akan melukaimu?

Lalu kamu berkata, kamu tidak akan kehilangan dirimu, kamu hanya tidak bisa menolak perhatian. Kamu berkata tidak peduli dengan bekas bekas luka yang terus bertambah, tapi bukankah kamu menangis siang dan malam? Bukankah bekas-bekas luka itu tidak akan hilang selamanya? Untuk apa senyum dan tawa yang sementara itu dibandingkan dengan rasa sakit-rasa sakit yang akan kamu ingat selamanya?

Lalu kemu kembali ke pelukan seseorang yang tidak membiarkan lukanya sembuh, luka yang kamu buat. Ke pelukanku.

Kamu bisa selalu kembali padaku. Cuma aku yang terus melihat kamu dalam imajinasiku. Bahkan ketika aku melihat kamu tidak seperti kamu dalam imajinasiku, aku memilih untuk tetap mencintaimu yang ada dalam imajinasiku walaupun tanganku memeluk dirimu yang sesungguhnya. Aku lebih memilih menjadi buta.

Aku merasa nyaman dalam pelukanmu. Walaupun aku tau ada yang sangat menyedihkan dalam kata-katamu itu.. aku membutakan hatiku juga.

tentang tahun 2009

Posted in Tak Berkategori on 29 Desember 2009 by hachi

Sudah ahir desember..

Aku tercenung menyadarinya. Setahun sudah lewat, begitu cepat dan tanpa beda jauh dengan tahun tahun sebelumnya, bahkan lebih buruk. Tidak ada perkembangan yang berarti bagi diriku.

Aku mebaca lagi catatan target-target yang harus kuraih ditahun 2009. Hanya 10% yang tercapai. Satu tahun yang begitu sia-sia.

Menyesal? Tentu saja! Rasanya mengerikan menyadari bahwa aku kalah, bahwa aku harus mengakui kelemahanku. Menyadari bahwa ini tahun kemrosotanku. Aku kalah melawan diriku sendiri.

Aku terpaksa menundukan kepalaku dihadapan diriku tahun lalu.

Kesadaran atas kekalahanku gak ada artinya bila itu cuma sampai di kesadaran itu saja.

Aku harus melakukan hal baru yang benar-benar berarti bagi diriku sendiri. Tapi ada rasa takut kalo hal yang akan kulakukan itu justru membuatku lebih buruk dari yang sekarang. Ada yang menasehatiku untuk melakukan hal-hal kecil dulu. Nggak! Bukan hal-hal kecil yang ingin kulakukan! Aku ingin melakukan hal yang besar, yang membuat aku menjadi berbeda!

Hati kecilku menertawakan aku. Hal besar apa yang akan kamu lakukan? Dengan kemalasanmu yang luar bisa dan dengan semangat juangmu yang mendekati nol, apa yang bisa kamu lakukan hachi?

Hhhhh.. aku merindukan tekanan-tekanan yang memaksa aku untuk bergerak. Kebebasan ternyata tidak sesuai denganku. Sekarang aku sadar, kemarahan atas tekanan lingkunganlah ternyata yang selama ini membuat aku berjuang dan berkembang. Aku ingin merasakan lagi kesombongan karena berhasil mengatasi tekanan-tekanan itu.

Aku tanpa kesombonganku, gak ada artinya.

Bagiku hidup ini selamanya adalah proses trial and error for achievements. Tahun ini.. achievement –nya adalah failure of life.

membantu (dengan iklas^^)

Posted in Tak Berkategori on 9 Oktober 2009 by hachi

Aku lagi nyantai sambil ngopi ketika anak perempuanku yang berumur 10 tahun mendatangiku. Seperti biasa, dia duduk disampingku sambil nglendot.

“mama, tadi aku liat TOLONG!”

Aku gak begitu paham dengan yang dia maksud. “apa itu nak?”

“halah, itu loh maaaa.. yang di tiviiii, yang orang minta tolong dengan jual sesuatu, terus nanti yang beli dikasih hadiah sama tivinyaaa” dia menjelaskan dengan semangat.

“oh, itu sih mama tau. itu baik karena menunjukkan pada kita kalo masih banyak orang yang murah hati. Tapi mama heran juga sih, banyak orang yang memanfaatkan kemurah hatian orang lain dengan menipu orang-orang itu.”

“hu’um ma.. “ lalu dia terdiam sejenak. “oia! Nanti kalo mama lagi dijalan terus diminta tolong orang gitu, mama langsung bantu aja ya.. siapa tau itu dari tivi, terus mama dapat hadiaaaaahhhh!!” matanya berbinar-binar semangat.

Waktu mengatakan hadiah,lengannya membentang seolah-olah ingin menunjukkan besarnya hadiah yang mungkin kudapat. Aku tertawa geli dengan bahasa tubuhnya^^

“sayang, membantu orang itu baik banget, tapi jangan mengharapkan hadiah dari tivi dong..” aku masih tersenyum karena antusiasmenya.

“kita harus belajar jujur dan tulus nak, jujur dengan perasaan sendiri, niat bantu ato enggak. Kalo niat bantu, jangan mengharapkan imbalan apapun. Kalo gak pingin bantu ya gak usah bantu, jadi kalo kita bantu, kita tulus membantu.”

Anakku senyum malu dan menjawab, “iya sih ma.. tapi kalo dapat hadiah ya gak usah ditolak, hehehe..”

Lalu dia meloncat dari sofa “aku mandi dulu ma” dan lari ke kamarnya mengambil satu dari beberapa barbienya yang dapat jatah dimandikan hari itu.

Aku masih duduk di sofa dan mikir. Apa selama ini aku dah jujur dengan diri sendiri saat aku membantu orang? Memang sih, selama aku gak mengaharapkan hadiah dari tive bila membantu orang, hehehe, tapi apa selama ini aku tulus?

Hhmmm.. ku akui kadang aku tidak tulus. Kadang aku masih mengharapkan hadiah berupa karma yang baik yang kuharap akan kudapat suatu saat nanti. Bahkan kadang-kadang aku mengharap Tuhan melihat perbuatan baikku dan membalas kebaikanku. Hhh… betapa memalukannya.. aku masih sering memanusiakan Tuhan..

Duh, kayaknya aku masih harus belajar jujur pada diriku sendiri bila membantu orang lain.

kerjaan baru

Posted in Tak Berkategori on 9 Oktober 2009 by hachi

Setahun lebih gak nulis apa2.. maw mulai nulis lagi rasanya susaaaahhhhh bangeeeettt!!!!! Padahal banyak banget ide di kepala, rasanya kayak semua ide itu,istilah jawanya ‘mberot mberot’ maw keluar dari kepalaku..hehe..

Well, beberapa bulan yang lalu aku mulai kerjaan baruku sebagai tour guide, dan aku menemukan kalo kerjaan ini bener bener menyenangkaaaaaaannnnnnn!!!!
Modal nekat dan belajar kayak orang kesurupan tentang tempat-tempat yang harus aku datangi, aku sukses nganter klien2ku keliling jawa-bali.. oia, aku belajar sampai muntah2 (asli) karena banyak banget yang harus akupelajari dalam waktu 3 hari. Untung Tuhan ngasih aku otak yang lumayan encer, jadi sebagian besar dapat aku pelajari dengan baik. hehe

Tapi pekerjaan ini bukannya tanpa kerikil. Segudang parmasalahan aku hadapi, mulai dari gak bisa ketemu keluarga berhari-hari, makan dan tidur yang gak keurus sampai urusan klien yang rewel. Tapi aku menemukan kepuasan tersendiri kalo masalah-masalah itu bisa aku selesaikan. Aku mendapati diriku menjadi lebih kuat secara fisik dan mental.

Aku juga beruntung karena aku mendapat klien-klien dari agen yang bonafid, jadi tamu-tamuku adalah orang yang tau tata karma. Akupun banyak mendapat banyak pengetahuan baru dari mereka.

Ketertarikan klien2ku beraneka ragam. Ada yang tergila-gila dengan alam (ini jenis yang membuat fisikku capek setengah mati. Haha), ada yang sangat menyukai Buddhism dan membuat aku harus mempelajari Buddhism (jenis yang sangat aku suka karena ‘memaksa’ aku belajar), ada yang sangat tertarik dengan kehidupan masyarakat Indonesia (gak mau melewatkan pasar tradisional, pasar hewan, petani yang kerja dan maksa lewat gunung dan desa2^^) dan jenis yang paling aku gak suka dalah jenis pemalas, hmpf! Semua jadwal jadi berantakan kalo ketemu dengan jenis ini.

Dari semua type tamu-kecuali jenis pemalas-, aku menyadari satu hal..
Indonesia begitu kaya, begitu berharga, indah, unik dan mengagumkan. Orang-orang dari seluruh dunia aja rela menempuh jarak ribuan kilometer untuk melihat itu, mereka mampu mengenali kelebihan Indonesia dan menghargainya. Aku menemukan tatapan kagum mereka saat melihat alam Indonesia, dan saat mengetahui kebudayaan2 indonesia.

Hal itu membuat aku menyadari kalo selama ini aku kurang bersyukur telah lahir di Indonesia. Selama ini aku terlalu sibuk memandang ke sisi negatif Indonesia aja. Duh… aku jadi malu dengan sikapku selama ini. Sekarang aku mampu melihat Indonesia dari sudut pandang yang berbeda. Ah… aku mencintai negriku..
Oia, fyi, aku gak pernah menceritakan hal-hal buruk yang ada di Indonesia, misalnya pemerintahan yang korup, karena yang buruk disitu bukan Indonesia, tapi individu2 yang ada di Indonesia.

Hhhh… udah dulu ah, lain kali aku akan nulis tentang tempat-tempat yang dah aku datangi^^

untuk orang-orang suci

Posted in Tak Berkategori on 9 Oktober 2009 by hachi

December 10th, 2008

Kenapa aku dipersalahkan bila bagiku hanya ada Tuhan, tanpa ada embel-embel yang memanusiakannya?

Ah, berkhobahlah..

Dengan kemampuan aktingmu yang luar biasa itu!

Teriakkan!

Bisikkan..

Jangan lupa setetes dua tetes air mata.

Keluarkan kalimat-kalimat manismu yang berbau busuk!

Bicaralah tentang hayalan-hayalanmu yang ahirnya kau percayai sebagai kenyataan!!

Aku lelah berdebat tentang ketiadaan itu..

Salahkanlah..

Bantahlah..

Hakimilah..

Tapi biarkan aku memejamkan mata sejenak.

Kenapa? Kenapa tidak kau hentikan racauanmu?!

Sulit sekali memejamkan mata sementara kau terus menunjuk-nunjuk mukaku.

Bujukanmu berubah menjadi teriakan!

Berubahlah!!

Bertobatlah!!

Kau pendosa!!

Amarah dalam suaramu menggelitik telingaku.

Tak tertahan lagi. menggelitikku!

Aku mulai tertawa terbahak-bahak!

Air mataku bercucuran.

Tak dapat kuhentikan tawaku!

Tak dapat ku hentikan tawaku.

Voices

Posted in Tak Berkategori on 27 September 2009 by hachi

That song can be heard again after stopping a while.
So slow..faint of sound..
I still close my eyes and let my ear craddled by that song.
I recognize various of voices.
Owh.. That song is sung by many people!
They sing so softly..
Hey, I can feel it!
Their feeling can be felt thru their voices!

Suddenly my heart is frozen!
Those feeling.. So sad.. Sorrow.. Darkness..
This is even more painful than when i heard Chopin’s revolutionary etude!
I can feel their pain in their voices..
Those pain stab my heart like a thousand of thorn thru my skin to my heart.

I can’t stand the pain!

I still close my eyes but my tears is spilling..
I can’t feel my tears but I know I’m crying.

No! Don’t be that sad!
You don’t know how your sorrow hurt me so bad!
Stop it!
I have lots of painful experiences of life, and I have passed them!
But this pain, the pain from your voices is unbearable!
I can’t stand it anymore!

I’m opening my eyes slowly..
I’m looking around..
I see many faces.. The faces of those I know very well..
I’m smilling at them..

Hey! They don’t smile back to me?!
Their eyes are not looking at me!

I’m turning my head at the direction of their crying eyes..

And i see a frozen body lying behind me inside an open coffin… My body..

Oh.. This is my requiem…

I love you

Posted in Tak Berkategori on 15 Oktober 2008 by hachi

Like a mirror.

I smile at you in the way you smile at me.I laugh at you in the way you laugh at me. My tears spill when you cry in front of me.
But dear, don’t break me into pieces when you’re angry, because more faces will look at you angrily.

Then I considered loveless, for reflecting you in every way you are. You shouted “you’re not even a human”.

Then what am I in your eyes?

I just love you. A bit too much I think, till I don’t know what to do. Always feel insecure, uncomfortable, afraid of hurting you, I do what you do. Then look at you now..

Forgive me for being me in the way I am.
I love you.

Surga dibawah telapak kaki ibu?

Posted in Tak Berkategori on 12 Oktober 2008 by hachi

Surga ada dibawah telapak kaki ibu.
Ungkapan itu begitu terkenal dan disukai oleh banyak ibu ibu dan diamini oleh beberapa orang non ibu.
Aku juga seorang ibu. Tapi ungkapan itu membuatku sangat nggak nyaman. Seringkali aku tertawa getir dan sinis mengingat ungkapan itu.
Surga macam apa sih yang ada dibawah telapak kakiku? Surga yang kapalan karena kebanyakan pake high heels? Ato surga yang berlepotan pelembab kulit? Uh.. Sebelum itu memang kupikir kita mesti menyatukan pengertian kita tentang surga..
Surga.. Buatku, surga itu nggak ada. Hehe.. Ini serius. Ak gag percaya dengan adanya surga ato neraka. Bagiku surga dan neraka cuma polisi maya untuk mengatur hidup manusia. Soalnya kalo gag ada polisinya, manusia cenderung hidup sesukanya, makanya diadakanlah hal yang bernama surga sebagai reward kalo kita hidup baik dan neraka sebagai punishment kalo hidup kita nggak baik.
Hidup baik menurutku adalah hidup tanpa merugikan orang lain, sukur2 bisa menyenangkan orang lain.
Balik lagi ke surga ada dibawah telapak kaki ibu. Untuk membahas ini, ada baiknya aku memakai pengertian kebanyakan orang tentang surga, yang merupakan kehidupan maha indah bagi orang baik dan memenuhi beberapa syarat(keagamaan) tertentu.
Ibu digambarkan sebagai sosok ideal yang mulia, karena melahirkan, merawat keluarga, bekerja, punya banyak cinta. Wow! Pokoknya semua yang bagus2 ada di ibu. Karena itu seolah2 begitu seorang ibu mati, dijamin, plung! Langsung masuk surga. Dan karenanya dijadikan teladan agar manusia hidup dgn kebaikan seperti seorang ibu. Begitu mulianya sosok ibu, sampai dibilang surga ada dibawah telapak kakinya.
Tapi bukankah ungkapan itu menambah beban seorang ibu? Seolah2 ibu dipaksa untuk hidup super mulia agar ungkapan itu terpenuhi. Kalo seorang ibu merokok, akan dicibir. Kalo seorang ibu malas, akan dicela. Memangnya kenapa? Apa seorang ibu bukan manusia? Gag boleh hidup sesukanya seperti seorang bapak? Coba kalo ada ibu2 selingkuh. Wah! Celaan yang didapat akan 10x dari yg dilontarkan orang2 bila ada bapak2 yang selingkuh. Itu baru satu contoh.
Kenapa harus ada diskriminasi tugas dan figur ideal untuk ibu dan ayah?
Sebenarnya kalo seorang ibu lebih banyak bersenang2 adalah hal yang wajar mengingat kerjaan yang dilakukan seorang ibu 2 kali lipat lebih banyak dr seorang bapak.

Ditilik dari sisi yang berbeda, apa iya surga ada dibawah telapak kaki ibu? Gimana dengan ibu2 yang kriminal? Membunuh mungkin? Ato memukuli anaknya mungkin? Apa ditelapak kakinya masih ada surga? Gimana dengan ibu2 yang mulutnya munyur2 tiap hari klewat semangat ngegosipin orang laen? Gimana dengan ibu2 yang males ngurus anak dan keluarganya? Apa dibawah telapak kakinya ada neraka?

Hahaha! Aneh banget deh jadinya!

Menurutku sih ungkapan itu dihapus aja. Diganti surga ada dipikiran orang yang mempercayainya. Hehe..